Tuesday, January 24, 2012

First Aid = Pertolongan Pertama


Bantuan Hidup Dasar

APA DAN BAGAIMANA JIKA MELIHAT KORBAN ???

 Bila anda sudah memastikan bahwa keadaan aman maka tindakan selanjutnya adalah :
      1.    Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.
      2.    Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan:
    • Nama Penolong
    • NamaOrganisasi
    • Permintaan  izin untuk menolong dari penderita /orang
3.    Menentukan keadaan umum kejadian (mekanismecedera) dan mulai melakukan Penilaian   dini dari penderita.
      4.    Mengenali dan mengatasi gangguan /cedera yang mengancam nyawa.
      5.    Stabilkan penderita dan teruskan pemantauan.
      6.    Minta bantuan.


     ANDA DILATIH UNTUK MENJADI PENYELAMAT TERCEPAT PADA SAAT KEJADIAN

APD ( Alat Perlindungan Diri ) / Jika memungkinkan
      Keamanan penolong merupakan hal yang sangat penting, sebaiknya dilengkapi dengan peralatan
      yang dikenal sebagaiAlat Perlindungan Diriantara lain :
      a.    Sarung tangan lateks
            Pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit.
      b.    Kaca mata pelindung
            Mata juga termasuk pintu gerbang masuknya penyakit kedalam tubuh manusia
      c.    Baju pelindung
            Mengamankan tubuh penolong dari merembesnyacarian tubuh melalui pakaian.
      d.    Masker penolong
            Mencegah penularan penyakit melalui udara
      e.    Masker Resusitasi Jantung Paru
            Masker yang dipergunakan untuk memberikan bantuan napas
      f.    Helm
            Seiring  risiko adanya  benturan pada kepala meningkat.  Helm dapat  mencegah terjadinya
            cedera pada kepala saat melakukan pertolongan.
  
Penilaian Dini

Langkah-langkah penilaian dini

a.    Bahaya ( Danger ) – pengenalan situasi
      Penolong harus mampu sesegera mungkin  untuk mengenali dan mengatasi keadaan yang mengancam nyawa korban dan Penolong. ( Apakah ada bahaya susulan)

b.    Periksa Respon ( ASNT )
      Memeriksa untuk mendapatkan gambaran   gangguan   yang  berkaitan  dengan   otak penderita .
      Terdapat 4 tingkat Respons penderita
      A =Awas (bahasa jawanya Eling)
      Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungannya.
      S =Suara
      Penderita hanya menjawab/bereaksi bila dipanggil atau mendengar suara.
      N = Nyeri
      Penderita hanya bereaksi terhadap rangsang nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya
      dicubit, tekanan pada tulang dada.
      T =Tidak respon
      Penderita tidak bereaksi terhadap rangsang apapun yang diberikan ole penolong. Tidak
      membuka mata, tidak bereaksi terhadap suara atau sama  sekali tidak bereaksi pada rangsang
      nyeri.

c.    Memastikan jalan napas terbuka dengan baik (Airway).
      Jalan napas merupakan pintu gerbang masuknya oksigen ke dalam tubuh manusia. Apapaun
      Usaha yang dilakukan, namun bila jalan napas tertutup semuanya akan gagal.
      a.  Pasien dengan respon
 Cara sederhana  untuk menilai adalah dengan  memperhatikan korban saat  berbicara karena adanya gangguan jalan napas biasanya akan berakibat pada gangguan bicara.
      b.  Pasienyang tidak respon
Pada  korban yang  tidak  respon,  penolonglah yang  harus  mengambil inisiatif  untuk  membuka    jalan napas. Cara membuka jalan napas yang dianjurkan adalah angkat dagu tekan dahi. Pastikan juga mulut korban bersih, tidak ada sisa makanan atau benda lain yang mungkin menyumbat saluran napas

      d.    Menilai pernapasan (Breathing)
             Periksa ada tidaknya napas dengan jalan lihat,dengar dan rasakan, selama 3-5 detik.
            
Pernapasan yang cukup baik
                                                        i.            Dada naik dan turun secara penuh
                                                      ii.            Bernapas mudah dan lancar
                                                    iii.            Kualitas pernapasan normal
                                    (<8x/menit dewasa, <10x/menit anak  anak, 20 x/menit bayi)
                 Pernapasan yang kurang baik
                                                         i.            Dada tidak naik atau turun secara penuh
                                                       ii.            Terdapat kesulitan bernapas
                                                     iii.            Cyanosis (warna biru/abu  abu pada kulit, bibir,atau kuku)
                                                     iv.            Kualitas pernapasan tidak normal     
      e.    Menilai sirkulasi (Circulation) dan menghentikan perdarahan ringan / berat
            Pastikan  denyut  jantung   cukup   baik  Pastikan  bahwa  tidak  ada  perdarahan  yang    dapat
            mengancam  nyawa yang  tidak  terlihat.  Pakaian  tebal  dapat  mengumpulkan darah  dalam
            jumlah yang cukup banyak.

               Penilaian dini harus diselesaikan dan semua keadaan yang mengancam nyawa
                     sudah harus ditanggulangi sebelum melanjutkan pemeriksaan fisik.

 Pemeriksaan fisik  (Secondary)

    Tiga metode pemeriksaan fisik:
             1.    Penglihatan (Inspection)             Lihat
             2.    Pendengaran (Auscultation)       Dengar                       
             3.    Perabaan (Palpation)                   Raba

      Jangan banyak membuang waktu untuk melakukan pemeriksaan secara rinci. Lakukan secara cepat tetapi  pastikan tidak  ada yang  terlewat.  Pemeriksaan  fisik  memastikan  bahwa tidak  ada yang terlewat.

Beberapa hal yang dapat dicari pada saat memeriksa korban :

Perubahan bentuk       - (Deformities) bandingkan sisi sakit dengan yang sehat
LukaTerbuka               - (Open Ijuries) biasanya terlihat adanya darah
Nyeri                           - (Tenderness) daerah yang cedera lunak bila ditekan
Bengkak                      - (Swelling) daerah yang cedera mengalami pembengkakan

Beberapa tanda cedera mungkin dapat jelas terlihat, banyak yang tidak terlihat dan menyimpan
serius cedera potensial.

         Dengarkan    penderita.  Dengan   mendengarkan     dapat   menunjukkan    kepedulian   dan
         memungkinkan mendapat informasi.

Pemeriksaan fisik (Head to Toe)
Amati dan raba (menggunakan kedua tangan dan dengan tekanan), bandingkan (simetry), cium bau
yang tidak biasa dan dengarkan (suara napas atau derit anggota tubuh), dalam urutan berikut:
1.    Kepala
       Kulit Kepala danTengkorak
       Telinga dan Hidung
       Pupil Mata
       Mulut
2.    Leher
3.    Dada
4.    Abdomen (bagian dari tubuh yang berada di antara thorax atau dada)
       Periksa rigiditas (kekerasan)
       Periksa potensial luka dan infeksi
       Mungkin terjadi cedera tidak terlihat, lakukan perabaan
       Periksa adanya pembengkakan
5.    Punggung
       Periksa perubahan bentuk pada tulang rusuk
       Periksa perubahan bentuk sepanjang tulang belakang
6.    Pelvis ( Panggul )
7.    Alat gerak atas
8.    Alat gerak bawah

  Pemeriksaan tanda vital

1.    Frekuensi nadi, termasuk kualitas denyutnya, kuat atau lemah,teratur atau tidak
2.    Frekuensi  napas,  juga  apakah  proses  bernapas  terjadi  secara  mudah,  atau  ada  usaha
       bernapas, adakah tanda-tanda sesak napas.
3.    Tekanan darah, tidak dilakukan pemeriksaan oleh KSR dasar
4.    Suhu,  diperiksa  suhu  relatif pada  dahi  penderita.   Periksa juga  kondisi  kulit: kering,
       berkeringat, kemerahan, perubahan warna dan lainnya.

 P e n d a r a h a n

       Pengertian Perdarahan
       Sistem peredaran darah yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Dalam tubuh manusia darah relatif selalu berada dalam pembuluh darah kecuali pada saat masuk dalam jaringan untuk melakukan pertukaran bahan makanan dan oksigen dengan zat sisa pembakaran tubuh dan karbondioksida.

      Arteri/Pembuluh Nadi
      Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang keluar berwarna merah segar dan memancar

      Vena/Pembuluh Balik
      Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang keluar mengalir dan berwarna merah gelap

       Kapiler/Pembuluh Rambut
      Arteri akan terbagi-bagi menjadi pembuluh yang lebih kecil sehingga dapat mencapai hingga lebih
dekat dengan kulit. Darahyang keluarsangat sedikit dan kadang hanya berupa titik-titik perdarahan

  Denyut
       Dapat dirasakan dengan mudah pada daerah dimana Arteri/Pembuluh Nadi berada dekat dengan
       kulit.
       Lokasi pengecekan denyut yang paling mudah:
       1.    Radial  Berada di pergelangan tangan
       2.    Carotid  Berada di leher
       3.    Femoral  Berada di lipatan paha


       Setiap kali jantung berdetak, anda dapat merasakan denyutnya pada sistem arteri.

       Komposisi  darah Terdiri atas sel darah putih,sel darah merah, dan plasma darah.

       Sumber Perdarahan
       Perdarahan terjadi apabila darah keluar dari pembuluh darah oleh berbagai sebab seperti cedera
       atau penyakit.
Berdasarkan sumber perdarahan:
a.       Perdarahan nadi
b.      Perdarahan pembuluh balik
c.       Perdarahan pembuluh rambut

Jenis Perdarahan
Perdarahan dibagi menjadi2 jenis, yaitu:
  1. Perdarahan luar (terbuka), bila kulit juga cedera sehingga darah bisa keluar dari tubuh dan terlihat ada di luar tubuh.
  2. Perdarahan dalam (tertutup), jika kulit tidak rusak sehingga darah tidak bisa mengalir langsung keluar tubuh.

    Perdarahan yang harus segera ditangani adalah perdarahan yang dapat mengancam nyawa.

1.    Perdarahan luar
Untuk membantu memperkirakan berapa banyak darah yang telah keluar dari tubuh penderita, hal
yang dipakai adalah keluhan korban dan tanda vital. Bila keluhan korban sudah mengarah ke gejala
dan  tanda  syok  seperti  yang  dibahas  dalam  topik  ini  maka  penolong wajib  mencurigai  bahwa
kehilangan darah terjadi dalam jumlah yang cukup banyak.

Perawatan untuk Perdarahan luar
a.    Tekanan Langsung
b.    Elevasi ( dengan sudut vertical )
c.    TitikTekan
d.   Immobilisasi (suatu keadaan dimana penderita harus istirahat di tempat tidur,tidak bergerak secara aktif  akibat berbagai penyakit atau gangguan pada alat / organ tubuh yang bersifat fisik atau mental)

MenggunakanTorniket
Torniket adalah : balutan yang menjepit sehingga aliran darah dibawahnya terhenti sama sekali. Sehelai pita kain yang lebar, pembalut segitiga yang dilipat-lipat atau sepotong karet ban sepeda dapat dpergunakan untuk keperluan ini. Panjang torniket haruslah cukup untuk dua kali melilit bagian yang hendak dibalut.
Tempat yang terbaik untuk memasang
torniket adalah 5 jari dibawah ketiak ( untuk perdarahan di lengan) dan lima jari dibawah lipat paha (untuk perdarahan di kaki)
Torniket  hanya  digunakan    dalam    keadaan  gawat    darurat  dimana    tidak ada  cara   lain  utnuk
menghentikan perdarahan.Torniket diaplikasikan sedekat mungkin dengan titik perdarahan.

2.    Perdarahan dalam

Gejala danTanda
Beberapa tanda perdarahan dalam dapat diidentifikasi  sbb.:
a.    Batuk darah berwarna merah muda
b.    Memuntahkan darah berwarna gelap (seperti ampas kopi)
c.    Terdapat memar
d.    Bagian Abdomen terasa lunak

Perawatan untuk Perdarahan dalam
Ingatlah untuk  menggunakan standard  universal, amankan  lokasi  kejadian dan  hubungi tenaga
terlatih.

Hematoma (darah yang terkumpul di jaringan)
      Prinsipnya sama dengan luka memar tetapi pembuluh darah yang rusak berada jauh di bawah
      permukaan kulit dan biasanya besar, sehingga yang terlihat adalah bengkak, biasanya besar
      yang kemerahan.
Luka remuk
     Terjadi akibat himpitan gaya yang sangat besar. Dapat juga menjadi luka terbuka. Biasanya
      tulang menajadi patah di beberapa tempat.

Penutup dan Pembalut Luka

Penutup luka
1.   Membantu mengendalikan perdarahan
2.   Mencegah kontaminasi  lebih lanjut  (Infeksi)
3.   Mempercepat penyembuhan
4.   Mengurangi nyeri

Pembalut
Pembalut adalah bahan yang digunakan untuk mempertahankan penutup luka. Bahan pembalut
dibuat dari bermacam materi kain.

Fungsi pembalut
1.    Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.
2.   Mempertahankan penutup luka pada tempatnya.
3.   Menjadi penopang untuk bagian tubuhyang cedera.

Pemasangan yang baik akan membantu proses penyembuhan.

Beberapa jenis pembalut
·         Pembalut pita/gulung.
·         Pembalut segitiga (mitela).
·         Pembalut penekan.

Penutupan luka
  • Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka.
  • Upayakan permukaan luka sebersih mungkin sebelum menutup luka, kecuali bila luka disertai
perdarahan, maka prioritasnya adalah menghentikan perdarahan tersebut.
  • Pemasangan penutup luka harus dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan penutup yang menempel pada bagian luka tidak terkontaminasi

Pembalutan
  • Jangan  memasang  pembalut sampai  perdarahan terhenti,  kecuali  pembalutan  penekanan
untuk menghentikan perdarahan.
  • Jangan membalut terlalu kencang atau terlalu longgar.
  • Jangan biarkan ujung bahan terurai, karena dapat tersangkut pada saat memindahkan korban
  • Bila membalut luka yang kecil sebaiknya daerah yang dibalut lebih lebar, untuk menambah luasnya permukaan yang  mengalami  tekanan  diperluas  sehingga  mencegah  terjadinya kerusakanjaringan.
  • Jangan  menutupi ujung jari,  bagian ini dapat  menjadi petunjuk apabila  pembalutan kita terlalu kuat yaitu dengan mengamati ujung jari. Bila pucat artinya pembalutan terlalu kuat dan harus diperbaiki.
  • Khusus pada anggota gerak pembalutan dilakukan dari bagian yang jauh  lebih dahulu lalu mendekati tubuh.
  • Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan, misalnya untuk pembalutan sendi jangan  berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

      Penggunaan penutup luka penekan
      Kombinasi penutup luka dan pembalut dapat juga dipakai untuk membantu melakukan tekanan
      langsung pada kasus perdarahan. Langkah-langkahnya :
      1.    Tempatkan beberapa penutup luka kasa steril langsung atas luka dan tekan.
      2.    Beri bantalan penutup luka.
      3.    Gunakan pembalut rekat, menahan penutup luka.
      4.    Balut.
      5.    Periksa denyut nadi ujung bawah daerah luka (distal).

Perawatan luka dengan benda asing menancap (Luka tusuk)
Langkah-langkah perawatan luka yang disertai dengan menancapnya benda asing adalah sebagai
berikut :
1.    Stabilkan benda yang menancap secara manual.
2.    Jangan dicabut. Benda asing yang menancap tidak pernah boleh dicabut
3.    Bagian yang luka dibuka sehingga terlihat dengan jelas.
4.    Kendalikan perdarahan, hati-hati jangan sampai menekan benda yang  menancap
5.    Stabilkan benda asing tersebut dengan menggunakan penutup luka tebal, atau berbagai variasi
      misalnya pembalut donat, pembalut gulung dan lain-lainnya.
6.    Rawat syok bila ada
7.    Jaga pasien tetap istirahat dan tenang.
8.    Rujuk kefasilitas kesehatan

PatahTulang
      Cedera Otot Rangka
      Alat gerak yang terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat dan otot pada manusia sangat penting. Setiap cedera atau gangguan yang terjadi pada sistem ini akan mengakibatkan terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya.

      Gangguan yang paling sering dialami pada cedera otot rangka adalah Patah tulang. Pengertian patah tulang ialah terputusnya jaringan tulang, baikseluruhnya atau hanyasebagian saja.



         Pada dasarnya tulang itu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan. Bila
      teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah.

      Cedera dapat terjadi sebagai akibat :
      1.    Gaya langsung.
            Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah.
      2.    Gaya tidak langsung.
            Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang  relatif
            lemah,  sehingga  akhirnya  bagian  lain  iilah  yang  patah.  Bagian yang  menerima  benturan
            langsungtidak mengalamicedera berarti
      3.    Gaya puntir.
            Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini
            sering terjadi pada lengan.

      Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat cedera yang kita hadapi.

      Gejala dan tanda patah tulang
      Mengingat besarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang gejalanya dapat tidak jelas.
      Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang :
      1.    Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing merupakan satu-satunya
            tanda   yang   terlihat. Cara   yang   paling  baik  untuk   menentukannya      adalah  dengan
            membandingkannya dengan sisi yang sehat.
      2.    Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
      3.    Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera.
      4.    Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu dibuktikan dengan
            menggerakkan bagian cedera tersebut).
      5.    Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.

  Pembagian PatahTulang
      Berdasarkan kedaruratannya patah tulang dibagi menjadi2 yaitu :
      1.    Patah tulang terbuka
      2.    Patah tulang tertutup

Yang membedakannya adalah lapisan kulit di atas bagian yang patah. Pada patah tulang terbuka,
kulit di permukaan daerah yang patah terluka. Pada kasus yang berat bagian tulang yang patah
terlihat dari luar. Perbedaannya adalah jika ada luka maka kuman akan dengan mudah sampai ke
tulang, sehingga dapat terjadi infeksi tulang. Patah tulang terbuka termasuk kedaruratansegera.

Pembidaian
Penanganan patah tulang yang paling utama adalah dengan melakukan pembidaian. Pembidaian
adalah berbagai tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagianyang patah.

Tujuan pembidaian
1.    Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulangyang patah.
2.    Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulangyang patah.
3.    Memberi istirahat pada anggota badanyang patah.
4.    Mengurangi rasa nyeri.
5.    Mempercepat penyembuhan

Beberapa macamjenis bidai :
1.    Bidai keras.
      Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lainyang kuat dan ringan.
      Pada  dasarnya  merupakan  bidai yang  paling  baik dan  sempurna  dalam  keadaan darurat.
      Kesulitannya adalah mendapatkan bahanyang memenuhisyarat di lapangan.
      Contoh :bidai kayu, bidai udara, bidaivakum.
2.    Bidai traksi.
      Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh
      Tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha.
      Contoh :bidai traksi tulang paha
3.    Bidai improvisasi.
      Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya
      sangat tergantung dari bahanyang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong.
      Contoh :majalah, koran, karton dan lain-lain.
4.    Gendongan/Belat dan bebat.
      Pembidaian  dengan  menggunakan  pembalut, umumnya dipakai  mitela  (kain segitiga)  dan
      memanfaatkan  tubuh  penderita  sebagai  sarana  untuk  menghentikan  pergerakan  daerah
      cedera.
      Pedoman umum pembidaian

Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah tetap mengikuti pedoman umum.
  1. Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada penderita.
  2. Sebelum membidai paparkan seluruh bagianyang cedera dan rawat perdarahan bila ada.
  3. Selalu buka atau bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di
daerah patah atau di bagian distalnya.
  1. Nilai gerakan-sensasi-sirkulasi  (GSS)  pada   bagian   distal cedera sebelum melakukan pembidaian. Siapkan alat-alat selengkapnya.
  2. Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera. Upayakan membidai dalam posisi ketika
ditemukan.
  1. Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
  2. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang diukur lebihdulu pada
anggota badan penderitayang sehat.
  1. Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang mengapit sendi tersebut. Upayakan
            juga membidaisendi distalnya.
  1. Lapisi bidai dengan bahan yang lunak, bila memungkinkan.
  2. Isilah bagian yang kosong antara tubuh dengan bidai dengan bahan pelapis.
  3. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar.
  4. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas
            dari  tulangyang patah.
  1. Selesai  dilakukan  pembidaian,  dilakukan  pemeriksaan  GSS  kembali,  bandingkan  dengan
            pemeriksaan GSS yang pertama.
  1. Jangan membidai berlebihan.
      Pertolongan cedera alat gerak

      1.    Lakukan penilaian dini.
                        Kenali dan atasi keadaan yang mengancam jiwa.
                        Jangan terpancing oleh cedera yang terlihat berat.
      2.    Lakukan pemeriksaanfisik.
      3.    Stabilkan  bagian yang  patah secara  manual, pegang sisi sebelah  atas dan sebelah  bawah
            cedera, jangan sampai menambah rasa sakit penderita.
      4.   Paparkan seluruh bagianyang diduga cedera.
      5.   Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada.
      6.   Siapkan semua peralatan dan bahan untuk membidai.
      7.   Lakukan pembidaian.
      8.   Kurangi rasa sakit dan Istirahatkan bagianyang cedera.
      9.   Kompres es bagianyang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup).
    10.   Baringkan penderita pada posisiyang nyaman.


Luka Bakar

Sebab :
  • Panas               - Kimia                       
  • Listrik              - Radiasi
PENGGOLONGAN
Berdasarkandalamnya luka bakar dibagi menjadi :
1.    Luka bakar superfisial (derajat satu)
      Hanya meliputi lapisan kulityang paling atas saja (epidermis).
      Ditandaidengan kemerahan, nyeri dan kadang-kadang bengkak
2.    Luka bakar derajat dua (sedikit lebihdalam)
      Meliputi lapisan paling luar kulit yang rusak dan lapisan dibawahnya terganggu. Luka bakar
      jenis  ini  paling  sakit  ,  ditandai  dengan  gelembung-gelembung  pada  kulit  berisi  cairan,
      bengkak, kulti kemerahan atau putih, lembabdan rusak.
3.    Luka bakar derajat tiga
      Lapisan yang terkena tidak terbatas, bahkan dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka
      bakar ini paling berat dan ditandai dengan kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun
      dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti dengan mati rasa karena kerusakan saraf. Daerah
      disekitarnya  nyeri.  Berbeda  dengan  derajat  satu  dan  dua  luka  bakar  derajat  tiga  tidak
      menimbulkan nyeri



Luas luka bakar
Rumus telapak tangan.
Cara lain untuk menghitung luas luka bakar adalah embandingkannya dengan luas telapak tangan
korban.Telapak tangan korban dianggap memiliki luas 1% luas permukaan tubuh.

Perlu diingat bahwa perhitungan luas luka bakar dihitung berdasarkan masing-masing derajat luka
bakar.

DERAJAT BERAT LUKA BAKAR
Derajat berat luka bakar ditentukan oleh dua faktor utama yaitu luasnya permukaan tubuh yang
mengalami luka bakar dan lokasinya.

Luka bakar ringan
Luka bakar derajat tiga kurang dari 2% luas, kecuali pada wajah, tangan, kaki, kemaluan atau
saluran napas
Luka bakar derajat dua kurang dari 15%
Luka bakar derajat satu kurang dari 50%
Luka bakar sedang
Luka bakar derajat tiga antara 2% sampai 10%, kecuali pada wajah, tangan, kaki, kemaluan atau saluran napas
Luka bakar derajat dua antara 15%sampai 30%
Luka bakar derajat satu lebihdari 50%

 Luka bakar berat
     Semua luka bakar yang disertai cedera pada saluran napas, cedera jaringan lunak dan cedera tulang
     Luka bakar derajat dua atau tiga padawajah, tangan, kaki, kemaluan atau saluran napas
     Luka bakar derajat tiga di atas 10%
     Luka bakar derajat dua lebihdari 30%
     Luka bakaryang disertai cedera alat gerak
     Luka bakar mengelilingi alat gerak

      Beberapa penyulit pada luka bakar adalah :
      1.    Usia penderita, biasanya mereka dengan usia kurang dari 5 tahun atau lebih dari 55 tahun.
            Penanganan kelompok usia ini biasanya lebihsulit.
      2.    Adanya penyakit penyerta. Proses penatalaksanaansering menjadisukar dan berkepanjangan.

      Penatalaksanaan luka bakar
      1.    Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila ada bahan
            kimia alirkan air terus menerus sekurang-kurangnya selama 20 menit
      2.    Buka pakaian dan perhiasan
      3.    Lakukan penilaian dini
      4.    Berikan pernapasan buatan bila perlu
      5.    Tentukan derajat berat dan luas luka bakar
      6.    Tutup  luka  bakar  dengan   penutup   luka dan   pembalut   longgar, jangan   memecahkan
            gelembungnya. Bilayang terbakar adalah jari-jari maka balut masing-masingjari tersendiri
      7.    Upayakan penderita senyaman mungkin

Pemindahan
STABILISASI DAN TRANSPORTASI
ü  STABILISASI
-         Adalah proses untuk menjaga kondisi dan posisi penderita/ pasien agar tetap stabil selama pertolongan pertama
-         TRANSPORTASI
-         Adalah proses usaha untuk memindahkan dari tempat satu ke tempat lain tanpa atau mempergunakan alat. Tergantung situasi dan kondisi di lapangan
-         PADA DASARNYA PROSES STABILISASI DAN
-         TRANSPORTASI BERJALAN BERSAMA-SAMA
  • Prinsip Stabiliasi :
-         Menjaga korban supaya tidak banyak bergerak sehubungan dengan keadaan yang dialami
-         Menjaga korban agar pernafasannya tetap stabil
-         Menjaga agar posisi patah tulang yang telah dipasang bidai tidak berubah
-         Menjaga agar perdarahan tidak bertambah.
-         Menjaga agar tingkat kesadaran korban tidak jatuh pada keadaan yang lebih buruk lagi
-         Pasien tetap selamat sampai tujuan , kondisi tidak makin buruk
-         Pertahankan posisi korban  tetap datar selama diangkut

ü  TRANSPORTASI
Persiapan Transportasi  :
-         Penderita
-         Tempat Tujuan
-         Sarana Alat
-         Personil
Penilaian korban yang sudah bisa dipindahkan adalah : A – Airway (jalan napas) B – Breathing (pernapasan) C – Circulation (aliran darah) D – Disability (kesadaran) Kondisi “Stabil”
Cara mengangkat yang aman :
-         Digunakan otot yang kuat antara lain : otot paha,otot pinggul dan otot bahu
-         Pikirkan cara yang matang sebelum mengangkat korban
-         Berdiri sedekat mungkin dengan pasien atau alat-alat angkat
-         Pusatkan kekuatan pada lutut
-         Atur punggung tegak namun tidak kaku
-         Gunakan kaki untuk menopang tenaga yang diperlukan
-         Selanjutnya bergeraklah secara halus tahanlah si pasien atau alat angkut dekat ke penolong
Aturan dalam penanganan dan pemindahan korban 
-         Pemindahan korban dilakukan apabila diperlukan betul dan tidak membahayakan penolong
-         Terangkan kepada korban secara jelas tentang apa yang akan dilakukan sehingga korban kooperatif
-         Libatkan penolong lain. Yakinkan penolong lain mengerti apa yang akan dikerjakan
-         Pertolongan pemindahan korban dibawah satu komando agar dapat dikerjakan bersamaan
-         Pakailah cara mengangkat korban dengan teknik yang benar agar tidak menyebabkan cidera punggung si penolong
Perlengkapan Pertolongan Pertama
-         Perlengkapan dasar :
-          Tempat/ kotak tak tembus air
-          Berbagai ukuran pembalut
-          Kassa steril
-          Pembalut segi tiga
-          Peniti
-          Sarung tangan
-           
-         Perlengkapan tambahan :
-          Pembalut elastis
-          Gunting
-          Desinfektan
-          Kapas
-          Plester perekat
-          Alat tulis dan tabel
-          Alat pelindung diri
-          Selimut, alas dari plastik, lampu dengan baterai
Tanpa Alat
Proses pemindahan dilakukan oleh satu penolong, dua penolong atau lebih tanpa menggunakan alat.
  1. oleh satu orang :          Diseret, dipapah, ditimang, digendong
  2. Oleh dua penolong :     Dua tangan menyangga paha, dua tangan menyangga punggung , Satu            penolong mengangkat korban dari punggung, penolong yang lain menyangga tungkai
  3. Oleh tiga/ empat orang :  Bersama-sama melakukan pengangkatan dengan satu sisi atau tidak saling berhadapan.
Bagaimana langkah-langkah pemindahan tersebut :
1 .  Cara Menolong Satu Orang :
-         Berdiri sedekat mungkin dengan korban
-         Pusatkan kekuatan pada lutut
-         Atur punggung tegak namun tidak kaku
-         Gunakan kaki untuk menopang  tenaga yang diperlukan
-         Selanjutnya bergeraklah secara halus
  • A. Human Crutch
-         Berdiri disamping korban disisi yang cidera atau yang lemah, rangkulkan satu lengan pasien pada leher penolong dan peganglah  tangan korban atau pergelangannya
-         Rangkulkan tangan penolong yang lain dari arah belakang menggait pinggang korban
-         Bergeraklah pelan-pelan maju
-         Selanjutnya selundupkan kedua tongkat masing-masing di kiri dan kanan tepi kanvas yang sudah dilipat dan dijahit
-         Angkat dan angkut korban hati-hati  
  • B.  Cara Drag (diseret)
-         Jongkoklah dibelakang korban
-         Susupkan kedua lengan penolong di bawah ketiak kiri dan kanan korban , gapai dan pegang kedua pergelangan tangan korban, bila korban pakai jaket buka semua kancingnya.
( TIDAK BOLEH DILAKUKAN PADA KORBAN CIDERA PUNDAK, KEPALA DAN LEHER )
  • C. Cara Cradle (dipopong)
-         Jongkoklah dibelakang  korban letakkan satu lengan penolong merangkul dibawah punggung korban sedikit diatas pinggang.
-         Letakkan tangan yang lain dibawah paha korban tepat dilipatan lutut. Berdirilah pelan-pelan dan bersamaan mengangkat korban
-          
  • D. Cara Pick A Back (Ngaplok di Punggung)
-         Jongkoklah didepan korban dengan punggung menghadap korban . Anjurkan korban  meletakkan kedua tangannya merangkul diatas pundak penolong
-         Gapai dan peganglah paha korban, pelan-pelan angkat keatas menempel pada punggung penolong
  • 2. Tenaga Penolong 2 Orang
-         Cara Ditandu dengan kedua lengan penolong ( Cara The Two – Handed Seat )
-           Kedua penolong jongkok dan saling berhadapan disamping kiri dan kanan korban, lengan kanan penolong kiri dan lengan kiri penolong kanan menyilang dibelakang punggung korban, menggapai dan menarik ikat pinggang korban.
-          Kedua tangan penolong yang  menerobos dibawah lutut korban  saling bergandengan dan mengait dengan cara saling memegang pergelangan tangan
-          Makin mendekatlah para penolong. Tahan dan atur punggung penolong tegap. Angkatlah korban perlahan-lahan bergerak keatas           
  • B. Cara The Fore and Aft Carry
-         Dudukkan pasien. Kedua lengan menyilang di dada. Rangkul dengan menyusupkan lengan penolong dibawah ketiak korban 
-         Pegang pergelangan tangan kiri pasien oleh tangan kanan penolong. Dan tangan kanan penolong ke tangan kiri korban
-         Penolong yang lain jongkok disamping korban setinggi lutut dan mencoba mengangkat kedua paha korban
-         Bekerjalah secara koordinatif 
  • 3. Cara Penolong 4 Orang  ( Memakai Tandu/ Stretcher )
-         Peraturan umum membawa korban dengan usungan kepala korban diarah belakang, Kecuali keadaan2 tertentu :
-          korban kedinginan yang amat sangat,
-          kerusakan tungkai berat, menuruni tangga/ bukit.
-          korban stroke, trauma kepala, letak kepala harus lebih tinggi dari letak kaki
-         Setiap pengangkat siap di keempat sudut, Apabila hanya ada 3 penolong dua penolong berada di bagian kepala
-         Masing-masing pengangkat jongkok dan menggapai masing-masing pegangan dengan kokoh
-         Dibawah komando salah satu pengangkat di bagian kepala, keempat mengangkat bersamaan
-         Selanjutnya komando berikutnya pengangkat bergerak maju perlahan-lahan
-         Untuk menurunkan usungan, keempat pengangkat berhenti bersamaan dan perlahan-lahan menurunkan usungan.
  • Dengan bantuan alat
-         Bisa dilakukan oleh dua/ empat orang dengan menggunakan alat bantu :
-          Dengan menggunakan kursi kayu
-          Dengan menggunakan tandu/ usungan
-          Dengan menggunakan kursi beroda atau tandu beroda
-          Dapat menggunakan kendaraan bermotor.
  • Dengan komando dari pemegang kepala Perhatikan posisi tangan para penolong,tangan saling menyilang Melakukan Log Roll
  • Prinsip Melakukan Immobilisasi Tulang & Log Roll
-         Long Spine Board dengan tali pengikat
-         In Line Immobilisasi kepala leher kolar servikal semi rigid
-         Lengan penderita diluruskan dan diletakkan disamping badan
-         Tungkai bawah diluruskan dalm posisi kesegarisan,kedua pergelangan kaki diikat satu sama lain dengan plester
-         Gerakan Log Roll
-         Spine board hanya untuk transfer penderita
-         Bantal pasir dikiri dan kanan kepala leher dan diikat
-         Bahaya pemakaian long spine board lebih dari 2 jam dikubitus di oksiput,skapula,sakrum,tumit
-          
  • MELEPAS HELM
 Korban terkapar, tidak sadar Helm masih melekat erat dikepalanya Bagaimana Cara  melepaskan helm ??
  • Call for help !! Cari tenaga bantuan, jangan sendirian menolong korban
  • Melakukan log roll Dengan komando dari pemegang kepala Perhatikan posisi tangan para penolong, tangan saling menyilang
  •  Korban terlentang Penolong diposisi kepala tetap melakukan in - line
  • Penolong dikepala mulai “melepas” in line Digantikan penolong kedua 
  • KOMUNIKASI Proses penyampaian suatu ide,pesan,atau data dari satu pihak ke pihak lain
  • Peran Komunikasi
-         1. Pelayanan gawat darurat sehari-hari,rujuk-merujuk pasien
-         2. Kondisi bencana
Early warning-mobilisasi
Saat tiba di lokasi kita mungkin menemukan bahwaseorang korban mungkin harus dipindahkan. Pada
situasi yang berbahaya tindakan cepat dan waspada sangat penting. Penangan korban yang salah
akan menimbulkancedera lanjutanatau cedera baru.

     Wawancara dapat  dilakukan   sambil  memeriksa    korban,   tidak  perlu  menunggu    sampai Pemeriksaan selesai dilakukan.

      Pemeriksaan Berkelanjutan
      Setelah selesai melakukan pemeriksaan dan tindakan, selanjutnya lakukan pemeriksaan berkala,
      sesuai dengan berat ringannya kasusyang kita hadapi.
      Pada kasus yang dianggap berat, pemeriksaan berkala dilakukan setiap 5 menit, sedangkan pada
      kasusyang ringandapat dilakukan setiap 15menitsekali.

Beberapa hal yang dapat dilakukan pada pemeriksaan berkala adalah :
1.    Keadaan respon
2.    Nilai kembalijalan napas dan  perbaiki bila perlu
3.    Nilai kembali pernapasan,frekuensi dan kualitasnya
4.    Periksa  kembali  nadi  penderita  dan  bila  perlu  lakukan  secara  rinci  bila  waktu  memang
      tersedia.
5.    Nilai kembali keadaan kulit : suhu, kelembaban dan kondisinya Periksa kembali dari ujung
      kepala sampai ujung kaki, mungkin ada bagian yang terlewat atau membutuhkan pemeriksaan
      yang lebihteliti.
6.    Periksa  kembali  secara  seksama  mungkin  ada  bagian yang  belum  diperiksa  atau  sengaja
      dilewati karena melakukan pemeriksaan terarah.
7.    Nilai kembali penatalaksanaan penderita, apakah sudah baik atau masih perlu ada tindakan
      lainnya. Periksa kembali semua pembalutan, pembidaian apakah masih cukup kuat, apakah
      perdarahansudah dapat di atasi, ada bagianyang belum terawat.
8.    Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasaaman dan nyaman

Pelaporan dan Serah terima :

Biasakanlah untuk membuat laporan secara tertulis. Laporan ini berguna sebagai catatan anda, PMI
dan bukti medis.
Hal-halyang sebaiknya dilaporkan adalah :
 Umurdan jenis kelamin penderita
 Keluhan Utama
 Tingkat respon
 Keadaan jalan napas
 Pernapasan
 Sirkulasi
 Pemeriksaan Fisikyang penting
 KOMPAK yang penting
 Penatalaksanaan
 Perkembangan lainnyayang dianggap penting

Bila ada formulirnya sertakan form laporan ini kepada petugas yang mengambil alih korban dari
tangan anda.

Serah terima dapat dilakukan di lokasi, yaitu saat tim bantuan datang ke tempat anda, atau anda
yang mendatangifasilitas kesehatan.

Pingsan (Colapse)
Yaitu korban tidak sadarkan diri tetapi nafasnya ada, biasanya sering terjadi pada setiap kegiatan di sekolah-sekolah.
  • Macam-macam pingsan:
a.       Pingsan karena sengatan matahari
Gejalanya:
-        penghentian keringat yang tiba-tiba, korban  lemah, sakit kepala, tidak dapat berjalan tegak, suhu tubuh 40-41ºC, pernapasan cepat dan tidak teratur.
Pertolongan:   
-        Baringkan ditempat teduh dan banyak angin, komperes seluruh tubuh dengan air dingin, usahakan agar tidak mengigil dengan memijat kaki dan tangan, bila keadaan tidak membaik bawa kerumah sakit.

b.      Pingsan karena kelelahan/ kelaparan
Gejalanya:      
-        Kedinginan dan berkeringat, lemah, pandangan berkunang-kunang, kesadaran menurun.
Pertolongan:   
-        Baringkan ditempat datar, letakkan kepala lebih rendah dari kaki,buka baju bagian atas, dan kendurkan pakaian yang menekan. Bila muntah miringkan kepala, beri bau-bauan yang merangsang, setelah sadar beri minuman air gula.

2. Shock
Yaitu:
-        Peredaran darah terganggu karena kekurangan cairan sehingga mengakibatkan terganggunya alat tubuh.
Gejalanya:
-        Kesadaran menurun, denyut nadi cepat >140/menit dan semakin lama melambat bahkan hilang, penderita mual, kbadan dingin, lembab&pucat,napas tidak teratur, pandangan kosong,tidak bercahaya, pupil melebar.

Pertolongan:
-        Baringkan kepala lebih rendah dari kaki kecuali gegar otak, tarik lidah penderita keluar, bersihkan hidung dan mulut dari sumbatan, selimuti, hentikan pendarahan bila ada patah tulang pasang bidai, bawa keRS

3. Keseleo
    Keadaan dimana persendian keluar dari sendinya, lalu kembali lagi.
    Pertolongannya:
-        Istirahatkan korban dengan letak keseleo ditnggikan
-        Boleh dikomperes air hangat dan urut hati-hati
-        Bila lutut dipasang kness dekker, lakukan pembalutan agar keras pada bagian lain
-        Bawa ke RS untuk memastikan apakah ada retak atau patah tulang

No comments:

Post a Comment